Jumat, 20 April 2012

# aimi_asi # ASI

Saya (Ingin dan Harus) Memberikan ASI Eksklusif untuk Kenzie

Kenapa saya memberikan tanda kurung pada kalimat Ingin dan Harus?
Ingin: karena saya sempat memberikan sufor kepada Kenzie, jadi saya mempunya keinginan untuk memberhentikan sufor dan memberikan ASI secara eksklusif
Harus: Saya harus memberikan ASI secara eksklusif karena itu cita-cita saya. Harus bisa memberikan ASI sampai usia 2 tahun. ASI is the best!

Ya, saya baru memberikan ASI secara eksklusif tanpa dicampur sufor baru seminggu ini. Padahal usia Kenzie sudah 2 bulan.

ASI saya baru keluar 2 hari setelah melahirkan. Pada saat itu Kenzie lebih banyak tidurnya. Jadi, dia jarang menyusu. Saya ga tahu kalau ternyata Kenzie jarang menyusu dan lebih banyak tidur itu tanda-tanda ia mengalami Jaundice. Saat ASI mulai keluar banyak Kenzie harus dirawat di ruang Perinatologi, jadi saya hanya bisa menyusui secara langsung pada jam besuk saja. Saya memompa ASI untuk diberikan pada Kenzie. ASI saya banyak, payudara sampai bengkak. Hasil pompa pertama kali mencapai 60ml. Menurut teman saya, hasil pompa sampai 50ml itu sangat banyak. ASI yang dipompa berwarna kuning. Itulah kolostrum. Alhamdulillah Kenzie mendapatkan kolostrum. Kolostrum sangat bagus untuk bayi karena mengandung immunoglobulin IgA yang melapisi saluran pencernaan. 
Hasil Pompa Pertama 60ml

Setelah pulang ke rumah, Kenzie masih malas menyusu. Kenzie lebih sering tertidur. Lagi-lagi saya tidak menyadari inilah tanda bayi terkena Jaundice. ASI saya banyak, payudara membengkak. Saya pompa lagi untuk mengurangi bengkak. Dari 1 payudara saya bisa menghasilkan 110ml. Baju dan bra sering basah karena ASI merembes. Saya malas memompa -hal yang sangat saya sesalkan sampai sekarang-.

Saat Kenzie berusia 7 hari, Kenzie kontrol untuk pertama kalinya. Dokter menyarankan untuk tes bilirubin lagi karena badan Kenzie terlihat kuning. Maklum saya dan suami merupakan orang tua baru dan keluarga kami tidak ada yang mengerti tentang jaundice ini. Ternyata bilirubinnya cukup tinggi. Akhirnya Kenzie harus dirawat lagi selama 4 hari. Dokter menyarankan agar Kenzie dibantu dengan sufor agar bilirubinnya cepat turun. Karena panik dan belum paham tentang Jaundice maka saya setuju saja.
Hari pertama Kenzie dirawat ASI saya masih banyak sampai rembes. Tapi karena saya stress, lama kelamaan ASI mulai seret. Lagi-lagi saya malas memompa ASI. Padahal harusnya saya rajin memompa untuk menjaga produksi ASI. ASI itu produksinya based on demand.

Saya keterusan memberikan sufor. Ditambah lagi saat usianya 1 bulan Kenzie harus dirawat lg di perinatologi karena bilirubin tinggi lagi. Kenzie stop minum ASI selama 3hari. Alhamdulillah Kenzie sudah tidak kuning lagi. Sebenarnya, kalaupun bayi mengalami breastmilk jaundice, tidak perlu stop memberikan ASI. Karena saya ga tega lihat mata Kenzie yang masih kuning dan takut bilirubinnya tinggi lagi, saya terpaksa memberikan sufor dan stop ASI selama 3 hari. 
ASI saya makin seret. Akhirnya saya tetap mencampur ASI dengan sufor. Saya merasa Kenzie belum kenyang kalau hanya minum ASI. Ternyata hal tersebut salah. Harusnya saya rajin memberikan ASI ke Kenzie dan juga rajin memompa agar ASI tetap banyak. 

Lingkungan juga memengaruhi psikis saya yang membuat saya sedikit stress. Banyak yang menyarankan untuk memberikan sufor saja. Ada juga yang bilang ASI saya tidak bagus. Stress ternyata bikin ASI jadi seret. Tapi ada sebagian orang, teman-teman saya yang mendukung dan menyemangati saya untuk memberikan ASI untuk Kenzie. Tiap hari saya dikirimi pesan yang membangkitkan semangat saya. Suami saya, dialah yang sangat-sangat membantu dan menyemangati saya untuk memberikan ASI lagi untuk Kenzie. Papi membelikan breastpump, membelikan makanan apa saja yang saya minta, membantu mengurus Kenzie, menemani saya saat pumping, dan selalu menjaga emosi saya agar tetap stabil.
Beruntung sekali saya follow @ID_ayahASI . Saya sering bertanya bagaimana caranya agar ASI saya kembali deras. Tweet mereka memberikan efek positif pada saya. Follower mereka pun sering merespon saya dan menyemangati saya.

Intinya agar ASI deras itu simpel: hati senang, pikiran tenang, dan yakin kalau ASI kita deres. Itulah yang sekarang selalu saya lakukan agar ASI saya kembali banyak. Kenapa hanya dengan hal-hal tersebut ASI bisa menjadi banyak? Karena ASI diproduksi berdasarkan hormon oksitokin dan hormon prolatin. Hormon oksitosin dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan. Jika hati kita senang dan pikiran kita tenang, makan hormon oksitoksin akan meningkat yang juga membuat produksi ASI menjadi meningkat. Sedangkan hormon prolatin akan meningkat jumlahnya jika payudara "kosong" tidak bengkak. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini http://www.ayahasi.org/2012/04/gimana-asi-ngucur.html

Gak mudah bagi saya dalam usaha memperbanyak ASI. Kadang saya suka stress ketika pompa yang tadinya saya bisa dapat 100ml sekali pompa, lalu hanya dapat 20ml sekali pompa. Itupun menghabiskan waktu 1 jam. Stress ketika Kenzie menangis saat meyusu karena ASInya tidak keluar lagi. Tapi hasil pompa bukan merupakan patokan kalau ASI saya sedikit. Saat seperti itu saya sendiri yang harus bisa menenangkan diri, saya tidak boleh stress. Saya harus yakin ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie. Berusaha keras saya menanamkan pikiran itu dalam otak saya.

Sampai detik ini saya masih berusaha agar ASI saya kembali banyak. Agar Kenzie benar-benar lepas dari sufor. Biar Kenzie bisa gendut dengan sehat seperti bayi-bayi ASI lainnya. Saya rajin minum, sehari bisa lebih dari 2 liter. Saya rajin makan, terutama makanan yang katanya bisa membantu produksi ASI. Saya juga selalu berusaha menjaga hati dan pikiran saya agar tetap senang dan tenang. Saya selalu meyakinkan diri kalau ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie, dan ASI saya yang terbaik untuk Kenzie. Alhamdulillah sekarang produksi ASI saya sudah mulai banyak lagi. Kenzie sudah tidak minum sufor. Semoga ASI saya benar-benar banyak sampai Kenzie berusia 2 tahun. 

Terima kasih untuk suami saya yang selalu menyemangati dan membantu saya. Terima kasih untuk teman-teman yang selalu memberikan semangat agar saya yakin kalau ASI saya banyak. Terima kasih untuk mimin-mimin @ID_ayahASI dan @aimi_asi yang selalu menjawab pertanyaan saya, dari kalian saya banyak belajar.

Hal yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah:
Memberikan ASI adalah perjuangan seorang ibu. Beruntung dan bersyukurlah mereka yang dikaruniai ASI yang berlimpah, sedangkan saya harus berjuang agar seperti mereka.
Saya akan terus berjuang agar ASI saya banyak. Semuanya demi Kenzie. Bukan maksud saya egois karena keukeuh ingin memberikan ASI, tapi saya tahu ASI adalah yang terbaik untuk bayi, terutama anak saya Kenzie. Tidak ada yang bisa menyaingi bagusnya kandungan ASI, sekalipun harga susu formula sampai ratusan ribu.

Doakan saya ya agar berhasil dalam perjuangan ini! :)

6 komentar:

  1. Permasalahan yang sama seperti saya.. dan saat ini sedang berusaha juga untuk stop sufor dan full asi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga berhasil ya mama.. semangat ngASI...

      Hapus
  2. samaaa bun...aku jg lg berjuang stop tambahan sufor...wish me luck ^_^

    BalasHapus
  3. apa kalau anak sdh bingung putinh, cm usaha lwt rajin pompa saja bisa buat asi ckup lg?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mom, untuk kondisi bingung puting sendiri sebenernya kondisi si anak gak mau nyusu ke payudara langsung karena sudah terbiasa dengan penggunaan dot. Caranya, rajin menyusui secara langsung. Sedangkan untuk asi yang produksi nya menurun, bisa dilakukan pompa. untuk merangsang produksi asi. selain itu, sekarang juga banya sekali yang jual booster asi untuk meningkatkan produksi asi. semoga membantu yaaa

      Hapus

 

Follow Us @soratemplates